“Jangaan duluu, Rann, Aku masih ingin… punyamu tetap ada di dalam.”Dia pun menuruti kata–kataku. Bokep Hot Apa ran?”, aku pura–pura tidak dengar dan sedikit kaget. Sampai saat ini aku dan Randi masih berselingkuh, sesekali kami berselingkuh melalui phone sex, atau sms sex. Aku bisikkan agar jangan tidak sopan padaku.Dia tunjukkan celana dalamnya yang telah terdorong mencuat karena tongkolnya yang ngaceng berat sambil telunjuknya menunjuk bibirnya agar aku diam. Apa ran?”, aku pura–pura tidak dengar dan sedikit kaget. “Iya bu, terimakasih”, jawabnya.Kami pun menikmati teh yang dibuat oleh pembantuku. “Maaf.. Sungguh aku merasa nikmat, walau aku merasa bersalah terhadap keluargaku. Bu… sshh.. Anak–anakku punya kamar sendiri–sendiri dibawah.“Gak apa – apa Cuma tanya aja bu”, begitu jawab Randi.Pukul sudah menunjukan pukul 11.00 WIB kami asik ngobrol.




















