Biarlah itu menjadi milik suaminya kelak.Suatu saat, entah karena apa, istri saya meminta Sri keluar. Dia tak bereaksi. Bokeb Saya hanya bercelana dalam.Sri memejamkan mata. Tapi kali ini saya justru menekannya. Kalau melihat bagaimana gadis itu bersikap terhadap anak saya, rasanya dialah yang kami cari. Saya ambilkan air, dan di meminumnya. “Sudah kamu tiduran di situ dulu nanti kalau sudah waktunya aku bangunin terus kamu bawa Nisa ke kamarmu,” kata saya.Perangkap saya pasang. Saya tak punya banyak teman wanita kecuali teman sekantor, dan beberapa teman dunia maya. Saya mulai menjilati. Kesempatan itu saya gunakan untuk meraih tangannya. Saya pijat-pijat tengkuknya. Terdengar bunyi sangat keras.Si Nisa masih pulas tanpa terganggu perang di sebelahnya. Saya hisap, dan saya gelitik. Sarung saya lepas. Kami melakukannya tidak hanya ketika istri saya serang keluar kota. Kalau melihat bagaimana gadis itu bersikap terhadap anak saya, rasanya dialah yang kami cari.




















