Aku terus tak jadi mampir.Sampai di jalan lurus menjelang terminal Ledeng, macet sekitar seratusan meter. Bokep Tante Tanganku menyusup ke balik CD-nya. Kupelorotkan CD Sari. “Mau ngapain?”. Rambut kelaminnya yang tak begitu lebat itu kuusap-usap. “Mau ngapain?”. Situasi ramai. Masih genit dan sedikit manja. Sengaja kupilih tempat yang gelap. Lurus aja”. Ia meremas. Kembali kami bergumul. Tadi Sari bilang sendirian. Tangan Sari kuraih kuletakkan di selangkanganku, lalu tanganku kembali ke susu segarnya. Betul juga. Selama ini Sari memberi sinyal “bisa dibawa”, tapi sekarang ia menolak masuk hotel. Sementara aku kembali ke tempatku. Situasi ramai. Lurus aja”. Sari melepaskan ciuman, bangkit, memeriksa sekeliling. Diapun mengulum sambil was-was. Sari menarik perhatianku karena paha mulusnya “diobral”. Hampir.., hampir.., dan “Creett”, Kusemprotkan maniku ke dalam mulut Sari.




















