Aku hanya bisa meringis sambil mengikuti langkahnya.Aku sangat yakin kalau saat ini pasti ada puluhan mata yang tertuju ke arahku. Bokep Hot Kucoba memeras otakku sekeras mungkin mencoba mencari logika yang tepat tapi tetap juga tak menemukan.“Hassss… Lama-lama aku makan juga nih rokok.” gerutuku kesal bercampur frustasi.Haduuhh… Yang salah siapa? Aku mau ambil baju di kost-sannya Eva dulu.”“Iya gakpapa.” jawabku.“Ya udah kalau gitu aku ke kost-sannya Eva dulu ya ambil baju, entar aku nyusul ke kantin.”“Ya wes kalau gitu aku ke kantin duluan.” ujarku.Lantas, aku pun bergegas menuju kantin untuk memesan kopi.“Akhirnya aku bisa duduk santai sambil menikmati secangkir kopi panas dan sebatang rokok.” gumamku sembari menyesap kopi dan membakar sebatang rokok.“Bram.” seru seorang cewek yang menyapaku setengah berteriak.“Heyy…” sapaku ramah sambil menatap wajah cantik yang sedang mendekatiku. Namun bukan hal itu yang aku rasakan melainkan aku merasa diriku sangat kotor dan hina.










