Kedua tangannya bertumpu di atas meja. Hampir setengah lusin dengan perbandingan yang tak jelas antara pria dan wanitanya.Felly akhirnya turun dari mobil dan berjalan ke arahku. Bokep Thailand Sampai pagi. Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini. Kepalaku sudah berat bukan kepalang. Dengan mengenakan daster pendek jauh di atas lutut model tank top. Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. “Hey Ricky.”
Aku mendongakkan kepala. Sampai ia tidak tahan dan memutuskan aku 2 tahun yang lalu. Yang ada di otakku adalah bagaimana caranya membujuk Felly untuk mau menemaniku di tempat tidur nanti malam. Detik berikutnya baru aku sadar di mana aku. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah.




















