“Kenyal-kenyal kalau diremas…”“Kh… ihh… apa iya…?” kata saya, sambil merasa jari-jari Juragan memenceti sepasang tetek saya. Minta ampun sakitnya. Bokep Crot Merinding bulu kuduk saya membayangkan apa maksudnya itu.“Kalau kamu mau, Denok, aku lunasi tagihan kontrakanmu yang dua bulan itu sekalian mbayar untuk bulan depan,” bisik Juragan lagi.Duh, biyung, saya mesti gimana? Saya beranikan diri menghampiri Juragan. Di bawah, di depan toko mulai ramai. Belum pernah ciuman? Sumpah, saya nggak tahu ada apa gerangan. “Baru pertama kali?”“Ah, enggak Bang,” kata saya malu-malu, disela nafas memburu.Temannya iseng menanya, sudah pernah sama berapa orang saya bersetubuh. Ternyata nggak gampang juga mencari uang dengan cara seperti ini, paling-paling yang kami dapatkan hanya cukup untuk makan kami berdua, satu atau dua kali pada hari itu. Mesti kinclong, manglingi. Mungkin saban hari saya menangis, sedih mengingat Simbok, juga kesepian.










