Andini terus menemani Pak Rahmat ngobrol tentang pekerjaan hingga rencana ia akan menikah. Bokep Mama Lalu Pak Rahmat melingkarkan tangannya di bahu Andini dan mengelus balik telinga Andini, padahal itulah daerah sensitif Andini. “Tidak pak tapi sayalah yang salah. Andini merasa ia tak bisa bertugas jika tanpa dibantu Pak Rahmat.Suatu hari saat pulang dari desa tetangga, mereka kehujanan dan hari saat itu hujan turun dengan derasnya.Lalu dengan buru-buru Pak Rahmat mempercepat kendaraannya, secara otomatis Andini memegang pinggang Pak Rahmat dengan erat. Keringat telah membasahi tubuh Andini dan membuatnya pasrah kepada Pak Rahmat.Sebelah tangan Pak Rahmat turun dan merongoh cd Andini dan memasuki lobang itu yang telah basah.




















