Mbak Dewi merenung di sofa. Film Porno “Ini luar biasa, mbak Dewi sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?”“eh?”, aku kaget.“Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Rasanya udah sampai di ujung. Rasanya aneh, tapi aku suka. Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. “Gimana kuliahmu?”“Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku.Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Kami tertawa melihat kejadian lucu ini. Malam itu aku bermimpi basah dengan mbak Dewi. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Dewi rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng.Mungkin karena barang bawaannya banyak. Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di SD.Ketika datang




















