“Berdiri,” ia berbisik di telingaku. Bokep link “Ada apa?” tanyaku. Bibirku bergerak sendiri meraih bibirnya. Aku terlena saat bibirnya memagut bibirku. Aku melepaskan pagutanku, menarik jariku keluar dan bangkit berdiri. Ia menarik kedua kakinya ke atas sofa, hingga sekarang ia dalam posisi berlutut di sampingku. Tapi akhirnya, dengan memejamkan mata, kugerakkan pinggulku, maju dan mundur. Aku mendiamkannya. “Suasana yang tak menyenangkan, kurasa,” ucapnya. Aku tahu.”
“Aku sedikit kasar. Aku cepat-cepat melakukan apa yang dimintanya. Aku tersenyum dan mengangguk. Tapi tidak ada. Tak berapa lama kemudian, alunan instrumental Oriega mengalun. “Kamu marah?” kudengar ia bertanya. Sudah sering kudengar tentang hal ini dari canda teman-temanku. “Ahkkk,” ia mendesah. Aku bisa mengerti hal itu.”
“Kamu marah?”
“Kalau marah, aku takkkan memintamu tidur di dadaku.”
Aku tersenyum saat mendengarnya berkata demikian. Persetubuhan pertamaku. “Tidak, wajahmu barusan, seperti anak kecil yang baru saja memecahkan kaca jendela.




















