Saat semua bagian sudah mulai terbenam, kulihat Putri meneteskan air mata. “Mmhh…enak beb,,,terus..,,terus.. Bokeb Capek?” tanyaku bercanda. Sepanjang malam tidak ada satupun dari kami yg memulai pembicaraan terlebih dahulu. “sorry,.. “udah, tanganya dilepas aja, matanya dibuka” suara Putri terdengar sambil mencolek pinggangku “Sorry, gue bukan mau ngintip tadi, gue bener-bener nggak sengaja”ujarku sedikit malu-malu. “sering cukur neng?” tanyaku
“nggak juga sih,..gak tau kenapa,, bulunya lama numbuh” jawab Putri. Aroma kewanitaan yg baru pernah seumur
hidup ku cium ternyata sangat wangi, mungkin karena seringnya dirawat. “rebahan deh…..” ujarku Saat Putri berbaring di tempat tidur, kutempatkan tubuhku tepat diatasnya dan mulai
menciumnya lagi. Tubuh Putri sangat hangat, kubiarkan tangannya menyusuri pinggangku lalu
dipeluknya. “iya tapi pelan-pelan yah” jawab Putri
“iya” balasku
Kumasukkan k0ntolku perlahan kedalam memek Putri.




















