Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. “Hallo, Ricky, kamu kemaren kemana? Bokep Jilbab/Hijab Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Itu yang ada di otakku. Gosh, these girls are so easy. Kulihat Oghe begitu menikmati tugasnya sebagai bartender. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Di Carport. Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen atau apalah namanya. HRC hampir tutup. Benar-benar butuh refresment hari itu. Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini. Entah mengapa rasanya lain sekali tubuhnya malam itu. Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. segala macam perasaan bercampur aduk di kepalaku. Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Akhirnya aku meledak. Suasana yang hiruk-pikuk di sana bukan merupakan gangguan pada penatnya tubuhku yang bukan main,




















