“Eriik!! Bokep Japan Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. “Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. “Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Itu namaku. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat.




















