Aroma yang memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Mbak Lia. Aku menengadah.“Kurang jelas, Jhony?” Aku mengangguk.Mbak Lia tersenyum nakal sambil mengusap-usap rambutku. Bokep Hot Dan bila kami terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius, ia tidak menyadari roknya yang agak tersingkap. Karena ingin melihat paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi lagi sambil mengecup bagian dalam lututnya. Wajahku sangat dekat dengan lututnya. Aku sendiri sudah termasuk staf senior. Pesona yang membutuhkan sanjungan dan pujaan.“Periksalah, Jhony. Hadiah yang dapat menyejukkan kerongkonganku yang kering. Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Bila kedua lututnya rapat kembali, lirikanku berpindah ke betisnya. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yang lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.Aku merasa beruntung bila dipanggil Mbak Lia untuk membahas cash flow keuangan di kursi sofa itu.




















