Akhirnya aku mampu menarik nafas panjang, karena kedua putingku tak lagi menerima sengatan birahi darinya. Bokep Indonesia Kalau Mas?”.“Saya di lantai delapan, di PT (perusahaannya).”
”Oh, wajarlah kalau kita nggak pernah ketemu”. Ia membuatku jadi makin terangsang dengan pilihan katanya yang selalu di luar perkiraanku. “OK, aku akan beres-beres dulu yah!”, Kataku sambil melangkah balik ke bilikku.Aku segera mengemasi notebook dan kertas-kertas kerjaku secara terburu-buru. “Wah.., ketahuan nih, udah pengen yaa?”, Godanya nakal. Tubuhnya terbungkus rapi oleh kemeja Kenzo warna hijau muda dan di lehernya terikat dasi bercorak ramai khas Gianni Versace. Ketika aku membuka pintu, aku melihat seorang pria sedang mengambil air di dispenser itu. Aku menahan diri untuk tidak melihat ke arah rambut-rambut di dadanya.“Sar, kamu nggak panas pakai blazer di ruang kaya gini?” Tanyanya dengan nada yang terkesan wajar, meski mungkin saja tujuannya nakal. “Oh, seru dong? sampai-sampai aku perlu meyakinkan diri kamu lagi?”
“Hihihi, ada-ada saja.




















