Baru setelah terdiam beberapa saat, Pak Ilham berubah melunak. Kamu kan sudah aku tolong hingga boleh bertempat tinggal terus di sini dan mengelola usaha kantin,” bujuk Pak Ilham.Namun Bu Lastri tetap kukuh. Bokep India Ia naik ke ranjang dan mengangsurkan kontolnya yg berukuran tak terlalu besar meminta untuk dikulum. Setelah memarkir motor di tempat yg kuanggap aman, kudekati pintu belakang. Aku benar-benar lega sekaligus puas.Lega bisa mengambil laptop kakaku, juga puas karena bisa menekan Pak Ilham kepala sekolah yg dikenal galak. Putingnya-putingnya juga besar menonjol dengan bagian yg menghitam melingkarinya. Mungkin karena kami tak pernah absen nongkrong di kantinnya tiap jam istirahat sekolah. Kamu mau kan?” kata Pak Ilham membujuk.Jengkel karena dituduh mau mencuri, aku diam tetapi tidak mengiyakan.Hanya kupandangi wajah Pak Ilham yg kembali berkeringat dengan sinis. Aku bisa melihatnya dengan jelas karena berkali-kali Bu Lastri mengorek lubang memeknya menggunakan tangannya yg dibalut lembaran kertas tisue.




















