Sehingga Yuni masih mempunyai waktu luang untuk merawat diri, kesalon, berolah raga dan membaca buku kegemarannya.Yuni sangat gembira sekali. Bokep Mama Seperti biasa, wanita itu mengajakku duduk di sofa. Masakan istriku yang masih hangat terasa begitu nikmat di lidahku. Dalam kekalutanku aku menghubungi Bimo, kakakku untuk bertemu saat makan siang.Akhirnya pertemuanku dengan kakakku Bimo, akan terlaksana juga. Meski di rumah tidak ada pembantu rumah tangga, namun istriku mampu mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah dengan baik. Kami tampak begitu bahagia dan serasi.“Mandi saja dek, tadi di kantor aku sudah makan”,Aku terpaksa berbohong, meski sebenarnya aku belum makan, pemandangan lusuh yang ada di mataku telah merusak selera makanku.Sementara di kantor, rekan-rekan wanitaku tampilannya modis dan wangi namun di rumah wanita yang menyambutku berbeda bagai langit dan bumi. Sungguh, Yuni benar-benar membuatku jatuh cinta.Namun sejak kelahiran Daffa anak pertama kami, dia memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tempatnya bekerja.




















