Fantasi tentang hari yang begitu luar biasa, saat aku kehilangan keperjakaanku di tangannya. Bokep Hot Jelas sudah ia mengetahui kalau aku memang masih perjaka. Mau memaafkanku?” Ia menatap mataku lama. “Jangan ! “rumahmu di mana?”
“Terus saja sampai ke simpang Semangka.”
“Baiklah.” Itu saja. Tak berapa lama kemudian, alunan instrumental Oriega mengalun. “Kamu mau mengantarku pulang sekarang?” Dua puluh menit kemudian kami sudah dalam perjalanan. Ia mengulurkan tangannya, berusaha mendorong perutku. Rasa lemon bercampur aroma wewangiannya. Ia mengerang lagi. Tak berapa lama kemudian aku sudah duduk dalam keadaan telanjang bulat. “Perjaka. “Dingin kalau bisa.”
Saat aku kembali dengan dua gelas air dingin, kulihat ia sudah membuat dirinya nyaman di ujung sofa L. Dari balik kemeja putih tipis yang ia kenakan, aku bisa melihat bayangan bra-nya. Ia memandangku dengan bibir setengah terbuka. Terus terang saja, ia membuatku tertarik. Tak ada satupun yang membuka pembicaraan. Sama sekali tak ada emosi di sana.




















