Nafasnya tersengal-sengal, seolah ada sesuatu yang mendesaknya.‘Akku……mmmhhhhh…ssshhh….”“Keluarin sayang….keluarin yang banyak…..”aku berbisik sambil jari tengahku terus mengocok memiawnya, dan jempolku menggesek itilnya yang sudah sangat keras. Semua bercampur jadi satu. Bokep Gitu kata Indah.”“Oooo…..” Rika terlongong mendengar penjelasan Linda. Aku pun memandang wajahnya dengan jantung berdebar.“Ndrew..kok kyaka suara Rika ya…”Linda bertanya“Wah..mau ngapain dia kesini…..gawat dong…”ucapku ketakutan. Tangannya menggosok-nggosok sapndexnya, yang mulai membasah. “Bye, Ndrew…,”Linda juga berpamitan. Ya udah, self service,”sahutku.“Udah, Ndrew. Sambil berjingkat, aku dan Linda menghampiri Rika. Bandingkan dengan tinggiku yang 170. Pertanda bahwa Rika juga telah dilanda birahi.Linda mencolek tanganku, rupanya ia ingin mengerjai Rika. Aku kembali memejamkan mataku dan meneruskan kocokan pada tongkolku sambil menikmati rintihan-rintihan Linda.Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hangat…basah…lembut…menerpa tongkol dan tanganku. Penasaran sama rasanya? Aku gak laporin ke mana-mana.Tapi ada syaratnya.” Rika memberikan tawarannya kepadaku.“Apa syaratnya, Rik?”“Nggak berat kok.




















