Lha wong Mbak Fera menutupi wajahnya begitu. Dingin. Bokep Live Aku tidak menjepit badannya. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon. Dari atas: Turun. Kalau saja, tidak keburu wanita yang menjaga telepon datang, dia sudah melumat Kejantananku. Aku jelas mendengarnya dari sini. ”Ya itulah kabar gembira, karena Fera lalu mengangguk. Ah apa saja. Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Mendadak jari tanganku dingin semua. Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku. Wajahku mulai panas. Sebenarnya aku belum pernah bicara di angkot dengan seorang wanita, apalagi separuh baya lagi. Selesai dipijat dia tidak meninggalkan aku. Kembali ruangan sepi. “ Kayak kemarinlah.., ” ujarnya sambil mengangkat tabloid menutupi wajahnya. Sesekali tangannya nakal menelusup ke bagian tepi celana dalam. Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Fera. Inilah kesempatan itu.










