Waktu itu… aku yang memintanya.”
“Ah?”Surabaya, Keesokan Harinya“Ray, si pemburu. Bokep SMA Namun kata-kata “bule” itu menambah emosi yang memang sudah terpancing sebelumnya. Aku merasa bingung, terlalu banyak rahasia yang masih tidak kupahami selama dua bulan ini. Tepat siang itu mereka berdua sudah memutuskan untuk mengakhiri kemunafikan itu. “Chie..”
“Aku sayang kamu, Ray.”Kuterlentangkan tubuhnya, kuciumi buah dadanya yang telanjang, menikmati gesekan kemaluan kami yang beradu. Erangan dan desahan nafas kami terdengar memenuhi ruangan. Air mata mulai membasahi dadaku yang terbuka. Dan hanya satu gadis untukmu. “Ray, tambah tua aja lu.”
Aku tertawa dan menghisap Marlboro di jepitan bibirku dalam-dalam, tersedak saat sesuatu menutupi mataku.“Raay! Sebagai seorang kekasih dan seorang teman, tidak seharusnya ia meninggalkan Chie seperti ini, dan sekedar meneleponku untuk menyampaikan, “Ray, maaf aku tidak bisa ke rumah Chie.




















