Bau kain tua segera tercium di hidung Artika . Bokep Montok “Baiklah,
terserah mau makan atau tidak, tapi setengah jam lagi Nona Artika harus
bekerja.”Artika tersentak mendengar ucapan Wewengko, hatinya bergetar, rasa
takut
mulai melanda dirinya, apakah itu berarti dirinya akan diperkosa lagi.“Tuan mau memperkosa saya lagi..?” Artika bertanya sambil
menatap Wewengko dengan air mata berlinang. Serentak
semua menjawab setuju. Seketika itu pula Artika
terbangun. Beberapa
anggota
OPM lebih cepat mengepungnya. Dipandanginya tubuh telanjang gadis
yang ayu itu.“Nah Nona Artika .. Tinus
tersenyum mendengar pertanyaan aneh Artika .“Kami memang tinggal di Papua, tapi kami tidak buta informasi,”
jawab Tinus diplomatis. Artika
merasakan sebuah sensasi yang sangat hebat melanda tubuhnya, sesuatu
yang belum pernah dia alami sebelumnya.Wewengko makin buas, dia segera merobek BH Artika sehingga payudara
Artika yang mulus dan montok itu sekarang telanjang.




















