Suamiku membalas pelukanku.“Ada apa sayang?” tanyanya. Bokep Beberapa saat kami bertiga terdiam bingung dengan apa yang terjadi. Eki malu-malu melihat perutku.“Bu, udah berapa bulan ya?” tanyanya kemudian sambil meletakkan penanya.“Menurutmu berapa bulan? Bukan saja karena aku tidak siap untuk punya anak lagi, tapi juga bagaimana reaksi suamiku bahwa aku hamil dari laki-laki lain. Dadaku menyentuh lengannya, tentu saja dia dapat merasakan lembutnya gundukan besar dadaku karena aku hanya memakai daster tipis yang sambungan, sementara di dalamnya aku tidak memakai apa-apa lagi.“Aduh sorri, Ndun,” pekikku.Tiba-tiba suamiku tertawa. Wakakak,” kata suamiku.Aku sungguh tidak tega melihat muka anak itu yang merah padam karena malu. Sebenarnya rumah kami dekat dengan rumah Eki, tapi aku juga belum berani untuk melihat keadaan anak itu.




















