“Dingin banget” katanya. Seluruh pakaian bawaan Anisa basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Bokep Thailand ” Hangat bu ?” tanyaku ” iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ” pintanya. astaga lagi, Anisa sudah ‘keluar’ banyak, ‘Ms. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Tak rela rasanya aku kehilangan Anisa. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Anisa. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Penny’ku. termasuk pak Martin guru olah raga kami itu.Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja.




















