Kecuali…Evi. Meskipun suaranya engga bagus-bagus amat, tapi cukup menghibur lah apalagi katanya khusus dinyanyikan untuk aku.Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Evi langsung menarikku ke luar..Kami memisahkan diri dari rombongan memilih lokasi di anak tangga bungalow diujung taman yang kebetulan sepi. Bokeb Akhirnya aku temukan Evi sedang duduk seorang diri di teras bungalow. Evi cemburu!!! Oooooggghhh…Evi…begitu lincah gerakkan bibir dan kedua tangannya mempermainkan payudaraku. Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Bumbu-bumbu cemburu pun mulai dikenalkan Tia pada ku.Setiap aku berhubungan dengan temanku yang lain, Tia pasti marah-marah tanpa alasan yang jelas. Wajah Evi langsung cemberut sambul melepaskan tangannya dari gandenganku. Oh my God … perasaan apa ini. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut.




















