Si Mimi paling senang dengan keberadaan Willy di rumah. Semester enam fakultas ekonomi di sebuah perguruan tinggi swasta yang beken di Jakarta. Bokep Family Jadi Mama pasti sedang ngorok kecapaian,” jawab Mimi yakin. Sampai suatu hari. Mamaku itu memang hebat. “Benar Wil?” tanyaku. Sebelum spermanya sempat mencelat dari lobang kencingnya, Willy menyempatkan menyabut kontolnya yang gemuk dan panjang itu dari vagina Mimi. Aku sampai melotot melihatnya. Aku tak ingin kehilangan momen yang indah itu sedetikpun. Pandanganku kualihkan ke lemari es. Kalau waktu ada Papa enggak asyik. Dia tuh, kayak suami baru Mama aja jadinya. Bisa dibilang, si Willy ini piaraan Mama. Gila!” rutukku dalam hati. Banyak banget. Semua orang sudah tidur kayaknya. Apa yang kami minta selalu bisa dipenuhinya. Segala biaya hidupnya, Mamaku yang nanggung. Kayaknya, buatnya itu hal yang lumrah saja.




















