Beruntung mereka tidak menikmati tubuhku secara gratisan. “Ayo diminum, Nul,” Mas Jono memberiku segelas coca cola. Bokep Colmek Berapapun aku bayar!” katanya memaksaku sambil meremas-reMas tetekku dan berusaha membuka kancing bajuku. Tak berdaya akhirnya aku harus melayani ke-20 orang cowok itu. Kubiarkan tangannya meremasi susuku. Menjelang malam suasana berubah ramai karena mereka sudah pulang. “Nul, kamu tahu majalah yang di bawah ranjangku?” tanya Bimo suatu sore sepulang kerja dari kamarnya. Anehnya tak sampai 15 menit ia sudah mengejang dan spermanya keluar. Jangan sampai ketahuan yang punya kost. “Ufh, jangan mas!” tolakku sambil meronta-ronta. “Dan mereka minta jatahnya daripada melaporkan perbuatan kita ke polisi.”
Mendengar kata ‘polisi’ aku semakin takut dan pilih diam menikmati pemerkosaan rame-rame itu.




















