“Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. Tapi mengapa setiap ketemu dengannya aku selalu merasa membutuhkannya. Bokep STW Tidak dapat dipungkiri.3 kali kami melakukannya malam itu. “Silahkan duduk Den.”
Aku duduk di ruang tamu. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? Salah seorang di antara mereka bernama Felly, perempuan yang tidak terlalu ia cintai, tapi mempunyai tempat tersendiri di mana hatinya tak mampu lari darinya. Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Selalu saja kami gagal bubaran kalau kami saling bertemu. Ternyata tidak. Juga tentang Indri, sekretaris yang dapat memberikan service pribadi.Hari yang melelahkan. Sejenak aku linglung. Hampir setengah botol kutenggak black label dari si Oghe. Kubuka kaca jendela.




















